ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sejarah Musik SKA
MJrasta.com - Jika dirunut dari sejarah, Jamaika sebagai rumah bagi lahirnya musik ska belumlah begitu lama. Pada akhir tahun 50-an, ska mulai banyak dimainkan di negeri yang terletak di Amerika Utara itu. Tak lama setelah negeri tersebut mendapat status merdeka dan menjadi negara persemakmuran Inggris.

Belum terdapat data resmi yang memberikan informasi siapa yang mula-mula memopulerkan ska. Ada yang bilang aliran musik ini timbul sebagai sebuah gejala budaya di Jamaika. Ia bermula dari golongan menengah (kelas pekerja) di masyarakat Jamaika. Kelas sosial yang menjadi penggerak utama roda perekonomian di negeri yang masih tergolong kelas menengah ke bawah itu. Ska pun jadi respons ketidakpuasan terhadap berbagai pratik imperialisme yang masih tersisa walaupun negeri tersebut telah merdeka.

Apakah ska termasuk jenis musik yang terinspirasi dari ideologi pemberontakan kelas (sosialis) dan anti imperialis? Belum ada yang berani memastikannya. Hanya fakta bahwa ska mulanya dimainkan oleh kalangan pekerja, mempengaruhi warna dari aliran musik ini.

Mendengarkan irama maupun lirik dari lagu-lagu ska, akan terasa warna ‘pemberontakan’ kalangan pekerja. Ska kental dengan nuansa spontanitas, apa adanya, dan kejujuran dalam bermusik. Khas karakteristik kalangan pekerja.

Namun, ada sekelompok pengamat musik meyakini bahwa Cecil Bustamente Campbell (Prince Buster) adalah orang yang membidani lahirnya ska. Pada 1962, bersama rekannya seorang gitaris bernama Jerry, mereka bereksperimen menciptakan jenis musik yang menitikberatkan ketukan afterbeat daripada downbeat. Ska pun lahir. Ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika yang dipadukan dengan free-walking bass style.

Tahun 60-an akhir, para musisi ska mulai memperkenalkan aliran musik ini ke Inggris dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Inggris, awalnya ska dikenal dengan nama Bluebeat. Kemudian berubah lagi dikenali sebagai pendahulu dari Rocksteady dan Reggae. Perubahan-perubahan ini setara dengan musik ska yang berjiwa dinamis. Tak terpatok pada pakem tertentu dan bebas berkreasi.

Irama dari lagu-lagu ska adalah perpaduan dari alat musik drum, rythem, dan ragam bunyi hon. Termasuk juga menggabungkan unsur-unsur musik mento dan kalipso dari Karibia dengan jazz dan rhythm and blues dari Amerika Serikat. Melahirkan warna musik khas ska yaitu jalur bass berjalan dengan aksentuasi pada ritme yang upbeat.

Semua itu kemudian diubah jadi harmoni dan lirik yang terkadang menyiratkan bentuk gugatan sosial atau penegasan eksistensi individu. Tak mengherankan ketika musik ska dipopulerkan oleh golongan Mod di Inggris, mereka juga menampilkan imej tersendiri.

Para musisi ska memakai hat (topi Popeye) dan menunggang skuter (vespa) di setiap aksi panggung mereka. Ini menunjukkan simbol berbedanya mereka dari orang-orang sekitar. Ska pun makin populer ketika kelompok Skinhead menjadikan musik ini sebagai salah satu identitas dan penguat ikatan kelompok mereka.

Adapun secara kronologis sejak ska mulai muncul hingga sekarang, terdapat tiga periode atau gelombang yang memotret perkembangan tersebut. Periode (gelombang) pertama adalah ska asli Jamaika sekitar tahun 1960-an. Pasa masa ini, ska belum dikenal luas dan hanya merupakan jenis musik etnik setempat.

Pada akhir tahun 1970-an, ketika ska dikenal dan semakin banyak dimainkan di Inggris oleh kelompok Mod, ska memasuki gelombang keduanya. Satu dekade kemudian, yaitu pada 1980-an, ska dikenal semakin luas dan jadi populer di Amerika Serikat pada 1990-an. Ska pada masa ini disebut memasuki gelombang ketiga.

Sumber : Kaskus

About MJrasta.com

Memperlebar sayap dengan menyebarkan info melalui media pergerakan. Gabung di Fanpage, Twitter kami untuk informasi melalui media sosial.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top