Slider

Video Klip

Kabar Bagus

Cerita Dipanggung

Rilis

Band/Solo

Rumah Baru, Marapu Rilis Album Ke 4

Press rilis album Ke-4 Marapu © Reportasebali.com

Marapu adalah band beraliran reggae yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan belajar di Yogyakarta yang akhirnya terbentuklah Marapu ini di Yogyakarta pada tahun 1999. Belum lama ini Marapu telah merilis album ke 4 yang bertajuk "WON’T BE FOOLED" pada tanggal 8 April 2018.

Album baru ini rilis dirumah baru mereka, karena mereka sebelumnya tinggal dan berkarya di  Yogyakarta dan pada tahun 2013 hijrah ke Pulau Bali dengan personil barunya. Album ke-4 mereka berisi 13 lagu dengan 5 bahasa didalamnya yang semuanya direkam LIVE secara langsung di studio pribadi mereka yang berbasis di Bali Indonesia.

Album ini Diproduksi oleh: AMPS Music Studio & Records dengan Konsep album dan lagu-lagu ini diarahkan pada isu-isu budaya, sosial, ekologi dan politik dunia kita saat ini, dengan komposisi yang peraduan besar dari aliran roots reggae dan reggae revival.

Album keempat ini bakal diproduksi 1.000 keping untuk dilepas ke pasaran. Namun mengikuti perubahan pola belanja masyarakat, manager Marapu, Arno Mariani menjelaskan, lagu yang diproduksi itu lebih banyak dijual secara online melalui digital store.

lagu mereka memiliki chorus yang menarik dan musik yang sangat groovy dengan lirik yang terlibat bahkan tajam seperti pada single pertama mereka berjudul “POLITICIANS” yang sudah dirilis pada Maret 2018 lalu di seluruh toko online seperti Spotify, iTunes, Deezer, Apple Music, Amazon Music, dll.

Profil Aqrapana Band

Profil Aqrapana Band


Angkringan adalah warung makan sederhana dengan menggunakan sebuah gerobak dorong dan ditutupi sebuah terpal plastik sebagai atapnya. Warung angkringan terlihat sederhana, namun di balik kesederhanannya itu terdapat ide ide yang tak terduga dari anak muda yang suka nongkrong di warung angkringan tersebut, seperti di bawah ini.

Aqrapana adalah salah satu band yang terbetuk dari obrolan sederhana di Angkringan yang kini menjadi omongan bersama disaat mereka akan ataupun selesai perfom. Aqrapana terbentuk di kota Jogja Berhati Nyaman Yogyakarta pada tanggal 11 Maret 2015 di Angkringan Teko Bumijo, dengan personil awal Hapri, Samnovenko, Dian Bermain, Andy dan Reiza. Mereka berlima adalah tombak berdirinya band yang beraliran SKA.

Dengan formasi tersebut dengan genre yang diusung adalah musik SKA, tidak asik kalau tidak ada Saxophone, Brass section, trombone, dan terompet. Maka bertambahlah personil Aqrapana yaitu ada Zian, Dayat dan Gusta. Dengan personil inilah mereka bisa merilis single  Bersama Dia & Mereka , Mari BerdanSka pada tahun 2015.

Namun, selalu saja ada goncangan di setiap sebuah band perubahan personil dan keluar karena ada pekerjaan atau studi yang harus ditempuh itulah akhirnya Zian off untuk studi dan digantikan aditional player. Tak hanya itu Hapri juga mengikuti jejak Zian untuk fokus di studi dan pekerjaannya,  walaupun sempat merilis single "Kamu Tega".

Tahun 2017 terjadi perombangan persoin yaitu penambahan vocal yaitu Okky yang menurut mereka cocok untuk musik yang di mainkan Aqrapan. Selama tahun 2017 manggung sana ini dan menghasilkan single terbaru Dia adalah aku dan Sosmed. Namun kembali lagi Okky yang tak bisa meneruskan berkarya dengan Aqrapana dan harus hengkang dikarenakan akan menikah.

Semangat yang luarbiasa dari personil Aqrapana dengan akhirnya di tahun 2018 ini mereka bertemu dengan vocalist baru yang beranama Gris, dengan vocalist inilah mereka akan merilis single terbaru Mari Belajar Bahasa Jawa.

Yogyakarta, Indonesia
Phone: +6285326262220
Email: aqrapanaskaband@gmail.com
YouTube: Aqrapana Official
Instagram: @aqrapana
Facebook: Aqrapana Official
Twitter: AqrapanA
Web: aqrapanaband.com


Kompilasi Indah Musik Ska, Indonesian Ska Compilation Vol.1

Indonesia Ska Compilation Vol.1

MJrasta - Di tahun 2018, gairah musik SKA memang sedikit meredup, akan tetapi walaupun meredup MJrasta akan menebar gairah-gairah penikmat musik Jamaika terus tubuh dengan menampilkan playlist album kompilasi Indonesia SKA Compilation Vol.1

Kompilasi ini rilis di tahun 2010 dan saya angkat kembali agar mengingat indahnya di tahun ini musik reggae dan ska sedang ramai di kalangan anak muda.

Kala itu, Peluncuran album ini merupakan tanda masih bergeliatnya musik-musik bawah tanah seperti punk rock dan ska di Indonesia yang membawa warna baru pada musik indonesia yang saat ini sedang dalam kondisi stagnan dan cenderung menurun.

Yok kita angkat kembali musik-musik bawah tanah agar tampil kembali di indahnya blantikan musik Indonesia, Berikut adalah playlist lagu beserta nama band yang membawakannya.

Indonesian Ska Volume I

1 United skank – indonesia unite (Bandung)
2 Sri PLecit – datanglah kemari (Yogyakarta)
3 Van de skamaveea – bidadari (Yogyakarta)
4 Oversight – art punx rap tattoo (Yogyakarta)
5 Dancing Alaska – rudeboy’s musiC (Jakarta)
6 Beforeyougetin – si budi (Jakarta)
7 Piccadilly and sleepwarkers – sabtu malam (Jakarta)
8 Lambosta – stay brother (Surabaya)
9 The coppers – scooter rudy (Yogyakarta)
10 Simmer Down – angin surga (Purwokerto)
11 Richcrackers – with my friend (Malang)
12 Ska with Klasik (SWK) – kau cantik (Makassar)
13 Boutique band – Asap (Jakarta)
14 Youngster City Rockers – Ugal-Ugalan (Malang)
15 Brother OI! – senyum hati dan cinta (Bandar Lampung)
16 Kerah putih – segala harapan (Kudus)
17 Opledha opledhi – lagu hahaha (Bandung)



Jangan Lupa Beli Kaset/CD Original di toko musik terdekat.

Shore Rilis Single Dear Flamboyan, Nuansa DUB dan Nada Minor Sangat Kental

Salah satu scane video clip Dear Flamboyan
Salah satu scene video clip Dear Flamboyan

MJrasta
 - Setelah merilis single I Dance All Over My Problem dan Jadikan Abadi Selamanya, SHORE kembali meluncurkan single terbaru mereka dari album ketiga Dance Sing Mood berjudul Dear Flamboyan.

 Kata Flamboyan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri memiliki makna gemerlap-an dan serba megah. Namun, SHORE mencoba menggambarkan single Dear Flamboyan ini tentang perjalanan cinta seorang insan manusia atau yang lebih sering kita kenal di masyarakat dengan instilah Play boy.

 “Lagu ini di adopsi dari kisah nyata seorang teman dan akhirnya saya tumpahkah ke dalam bentuk lirik. Di lagu ini saya membayangkan menjadi seorang wanita yang lemah saat jatuh cinta dengan seorang flamboyan,” ungkap Ega Masha. Ia juga menambahkan, di lagu Dear Flamboyan ini tidak hanya wanita saja yang menjadi korban, terkadang seorang player atau flamboyan bisa juga dalam bentuk wanita dan laki-laki menjaid korbannya.

 Lagu Dear Flamboyan ini dikemas apik dengan nuansa DUB dan nada minor. Yang menarik dari single ini adalah SHORE mencoba menambahkan unsur elektronik di beat drum nya.

 Tidak hanya itu, di kesempatan ini SHORE juga merilis video clip dengan judul yang sama lewat garapan produser muda yaitu Keyko Roesman. “Berawal dari kesukaan saya akan single Dear Flamboyan, akhirnya saya memutuskan membuat video clip ini. Yang menarik dari pembuatan klip ini adalah saya merasa tertantang akan pencahayaan yang minim saat acara live band berlangsung,” jelasnya.

 SHORE yang beranggotakan Ega Masha (vokal), Firman (gitar), Heru (gitar), Bedoel (keyboard) berharap single ini dapat di terima oleh masyarakat dan bisa dijadikan salah satu referensi di belantika musik indonesia yang semakin dinamis. Jadi, kalau kalian jatuh cinta dengan flamboyan, mending mikir-mikir lagi deh!


Menyampaikan Pesan Positif Melalui Event "Jogjakarta Reggae Revolution"

Jogjakarta Reggae Revolution

MJrasta - Maraknya informasi hal-hal yang negatif seperti maraknya klitih dikalangan masyarakat yang salah pergaulan dimasa remaja membuat masyarakat yang ingin Yogyakarta damai dan tenang merasa risi dan ingin mengubah gaya anak remaja yang salah pergaulan itu makin baik.

Indonesia Reggae Community salah satu dari masyarakat Yogyakarta yang bergerak melihat perubahan perubahan sosial tersebut ikut geram dan ingin merubah dan mengembalikan pergaulan yang lebih bermanfaat.

Maraknya Klitih yang di lakukan kalangan remaja adalah salah satu contoh bahwa sudah
terjadi pergeseran perubahan mental sebagian anak anak muda. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya Yogjakarta adalah kota yang jauh dari kata kriminal dan tempat bertumbuhnya komunitas komunitas besar dari jogja muncul untuk sebuah pergerakan besar di indonesia. dengan dukungan Taman Budaya di acara MUSIK MALAM TBY makan Indonesia Reggae Community akan menyelenggarakan "JOGJAKARTA REGGAE REVOLUTION" Tanggal 27 Februari 2018, Pukul 19.00- 23.00 WIB

Dengan semangat revolusi, perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Indonesia Reggae Community ingin menyampaikan Pesan lewat acara tersebut "JOGJAKARTA REGGAE REVOLUTION" untuk mengajak anak anak muda untuk beraktifitas positif bersama komunitas, dan di sini Indonesia Reggae Community mempunyai tujuan untuk merevolusi mantal mental anak muda yang bergeser dalam kehidupan sosialnya untuk dapat mengenal bahwa JOGJAKARTA tetap Kota yang istimewa , yang penuh perdamaian, penuh Persaudaraan (paseduluran).

Tonggak Eksistensi Komunitas adalah dari Persaudaraan yang erat. Indonesia Reggae Community ingin Komunitas Reggae Yogyakarta & Indonesia menjadi komunitas yang memberikan wadah untuk pecinta musik dan budaya menebar Cinta Kasih dan perdamaian.

Jogjakarta Reggae Revolution

INFO EVENT

Mempersembahkan : Jogjakarta Reggae Revolution
Lokasi : Taman Budaya Yogyakarta
Waktu : Selasa, 27 Februari 2018
Guset Star : 
- Burger Time
- Black Finit
- Rataourou
- Kopi Loewak
- South Mount Sunrise
- IRC Jamming
Pukul : 19.00 - 23.00 wib
Mc : Fauzan Yoman
More info : 0857 3591 9096 (Awan IRC)

Berbeda Dari Yang Lain, Double Album "Penawar Rindu" Steven Jam

Berbeda Dari Yang Lain, Double Album "Penawar Rindu" Steven Jam


Melepas album baru, adalah kerinduan yang tak tertahankan dialami setiap musisi. Apalagi jika menunggu sampai 7 tahun, seperti yang dialami Steven NK alias Tepenk, arsitek musikal Steven Jam, band yang dibentuknya setelah ‘Steven Cocconut Treez’ vakuum.

“Bayangkan setiap minggu konser dari satu kota ke kota lainnya, dari satu even ke event lainnya, dan hanya nyanyiin lagu yang sama berulang kali. Album ini seperti memecahkan telur kejenuhan yang bersarang di kepala,” ungkap Steven, yang memberi tajuk ‘Penawar Rindu’, untuk album kedua Steven Jam, dibawah bendera ‘267 Records’ yang diproduaeri oleh Delta Agung Wibowo.

Lagu ‘Terserah’ yang pernah dipopulerkan oleh grup era 90-an, ‘Humania’, menjadi single hit pertama yang diandalkan dalam album baru yang resmi diluncurkan Jumat pekan lalu (24/11/17) di IOne Cafe, Kemang, Jakarta Selatan.

Mengulas sedikit lagu populer ‘Terserah’ tersebut, Steven tak hanya memberi penawar rindu dalam arti yang sesungguhnya, tapi ayah dari seorang putri ini, membuat lagi karya Ekky Humania, terasa lebih menggemaskan dan menyentil adrenalin.

Titik terang karir musikal seorang Steven, diawali ketika ia berhasil menarik perhatian publik, hingga Sang Rockstar, Bimbim Slank, mengagumi karya memorable seorang Tpenk (sapaan akrab Steven), melalui lagu ciptaannya ‘Welcome to My Paradise’ single hit dari Steven & Cocconut Treez.

Cover Album Steven Jam
Cover Album Steven Jam

Membahas double album ‘Penawar Rindu’, bagai mengobati kerinduan pada kekasih hati yang penuh dinamika, senang, bahagia, cemburu dan marah karena terbakar api asmara.

Begitulah metafora yang pas untuk menggambarkan album kembar Steven Jam yang terdiri dari 18 track, yang dibuat terpisah dua, masing-masing berisi 9 lagu, berdasarkan tema dan spiritnya. Meskipun secara aransemen tak ada yang berbeda secara signifikan, masih dalam bingkai Indonesian-Jamaican taste.

“Mungkin ini album Reggae pertama di Indonesia yang mengeluarkan double album. Saya senang bisa mewujudkan hal-hal yang unik dan beda seperti ini,” papar pemilik nama asli Steven Nugraha Kaligis.

Sadar dengan era digital yang sulit dibendung untuk melakukan pembajakan, Steven pun menggratiskan semua lagunya itu di situs unggahan lagu Spotify dan Deezer.

Namun, bagi penggemar yang ingin membeli lagu-lagu itu bisa unggah di iTunes. Di dalam album hampir semuanya lagu baru. Lagu lama termasuk cover “Nyantai” dari album “No Scope” dibawakan Steven Jam featuring Tony Q.

Soal pembajakan, Steven sadar bahwa dibutuhkan tangan pemerintah yang kuat untuk menghalaunya.

“Pembajak hanya bsa dibungkam oleh pemerintah. Gue dan musisi lainnya hanya bisa berkarya dan terus berkarya. Tugas negara untuk melindungi karya kami,” simpul Steven, suami dari Molidda Hanny ini menyudahi percakapan.

Sumber : indeksberita.com