Select Menu

Slider

News

Performance

Cute

My Place

Photo

Racing

Videos

Profil Souljah
MJrasta.com - Personal Band yang dibentuk pada tahun 1998 ini, pada awalnya bernama Arigatoo yang membawakan musik beraliran SKA. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya penguasaan Jamaican musik mereka, pada tahun 2005 Arigatoo berganti nama menjadi Souljah.

Kata 'souljah' sendiri berasal dari pelafalan slang kata 'soldier'. Formasi Souljah saat ini antara lain Danar (vokal), Sa'id (toasting), Renhat (bass), Bayu (gitar), David (keyboard), dan Vino (saxophone). Mereka melanglang buana dari satu panggung ke panggung lain dengan mengusung aliran musik regae.

Reggae adalah salah satu pilihan dalam musik mereka. Sebenarnya, Souljah memainkan semua genre Jamaican musik, mulai dari SKA, rocksteady, reggae, serta dub dancehall. Yang membuat mereka memilih aliran musik ini adalah karena mereka sudah memainkan genre Jamaican musik ini sejak tahun 1998.

KARIR Saat masih menyandang nama Arigatoo, grup ini telah tergabung dalam sebuah album kompilasi keluaran Authority Records dari Jepang. Album yang berjudul ASIAN SKA FOUNDATION ini dirilis pada tahun 2003.

Sebelumnya, mereka juga turut mengisi album kompilasi keluaran Sony Music Indonesia yang bertajuk SKA MANIA pada tahun 2000. Kemudian pada tahun 2003, Arigatoo merilis sebuah album yang bertajuk KAMI BUKAN PERAWAN LAGI, sebelum akhirnya mereka berganti nama menjadi Souljah dan merilis album pertamanya BREAKING THE ROOTS pada tahun 2005, dengan single andalannya, Jamaica's Away.

Pada tahun 2007, Souljah merilis album kedua mereka yang diberi judul BERSAMAMU, dengan single andalannya yang juga berjudul Bersamamu. Album tersebut kini hanya dijual di Indonesia, namun bagi mereka yang berada di luar indonesia dan ingin memiliki album ini, bisa membelinya lewat itunes.

Album ketiga Souljah yang bertajuk MESTAKUNG dilepas pada tahun 2009. Mestakung adalah kependekan dari Semesta Mendukung. Album ini sekaligus melengkapi 'trilogi' merah-kuning-hijau. Penggemar Souljah yang memiliki album lengkap band ini akan mendapatkan susunan merah, kuning, dan hijau saat menata kaset atau CD mereka berurutan.

Dan Album keempat di rilis pada tahun 2014, yang bertajuk THIS IS SOULJAH, untuk album ini mereka membuat sebuah boxset dalam pembelian album ini, dan juga membuat kontes pembuatan boxset bagi para bradasouljah, dengan andalan lagunya Frekuensi.

Hingga kini, Souljah aktif diundang dari panggung ke panggung di Indonesia, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya.
Profil asap uye band
Mjrasta.com - Tahun 2008 memang masanya pergerakan musik reggae semakin membaik, dengan banyak dan bermunculan musisi reggae yang terus mengembangkan musik reggae di indonesia. Salah satunya adalah Asap Uye, band yang sudah lalu lalang di kaca para penggemar musik reggae.

Asap Uye terbentuk pada 24 Januari 2008, mereka semua asli dari purbalingga dengan memberikan genre mereka sendiri dengan "Reggae Merdeka". Sebenarnya genre ini sama dengan genre yang lain, cuma dia memiliki arti sendiri untuk sebuah genre ini yang bisa di artikan "Reggae tak berbatas".

Di gawangi oleh Agung (Vocal), Nissa (Vocal), Widi (Keyboard), Isnan (Guitar), Barra ( Add Guitar), Rahman (Bass), Becka (Drum), Uchil ( Percussion)/Road Manager mereka terus membeikan karya karya terbaiknya.

Pandu.W yang berperan penting dalam terbentuknya asap uye, beliau menjadi pendiri sekaligus pengasuh asap uye sampai saat sekarang ini. Walaupun mengalami banyak pergantian personil dan problematika lainnya tetapi tidak menyurutkan semangat asap uye untuk berkarya hingga sampai saat ini asap uye sudah merilis 2 album. Pada tahun 2010 dengan title album "Freedoom" berisi 8 lagu di antaranya, Slow Bae Lah, Ladies Uye, Pertama memandang, Oh Linda, di produksi secara indie dan berhasil terjual 1000 copy.

pada tahun 2013 dengan title album "Born to the world" yang berisi 10 lagu dengan single Uye merata. Banyak perbedaan warna musik antara album pertama dan kedua, di album kedua banyak di bantu oleh Mas Anton "Baskara studio" dalam penggarapan arransemen musik. Musik asap uye juga di pengaruhi oleh banyak musisi reggae, ska dan rocksteady.

MJrasta.com - Nath Thelions memang tidak pernah berhenti untuk berkarya, belum lama ini, di tahun 2013 Nath Thelions merilis album ke2 yang berjudul "We are Blessed" tepatnya pada 3 Maret kemarin mereka mengadakan rilis party Wapress Bulungan, Jakarta.

Dan di album ke 2 Nath Thelions genap berusia 1 tahun. Kini mereka berkarya lagi, dengan mempersiapkan album ke3 nya, untuk judul kami masih belum mengetahui. Namun Nath Thelions sudah mengeluarkan single terbarunya di album ke3nya, Mereka sudah sering menyanyikan single terbarunya yang berjudul Gerus.



Sempat di nyanyikan di event reguler Komunitas Reggae Indonesia yang di siarkan di TV Nasiol TVRI. Bagi yang belum melihatnya bisa melihatnya di rekaman ini.


Walaupun sudah di nyanyikan memang belum di record, tapi sejak penulisan ini. Nath Thelions sudah mulai melakukan records untuk album ke 3 ini. Kapan akan rilisnya? kita tunggu kabar selanjutnya.
MJrasta.com - perkenankan kami membuat sebuah donasi dengan karya kami, MJrasta bermaksud membuat tshirt dengan tema Jamaican Sound, mengumpulkan semua musik Jamaika, Reggae, SKA, DUB, dan rocksteady.

Maksud pembuatan tshirt ini adalah betuk kalian support kami untuk terus mengembangkan website ini agar terus berjalan. Karena website ini mebutuhkan modal untuk terus berjalan sedangkan kami tidak memiliki pemasukan khusus. Maka dari itu kami mebuat tshirt ini secara pre-order, bagi yang minat langsung saja.

Tampilan Desain
Jual kaos reggae ska dub rocksteady 2014

Detail Information
- Harga : Rp,70.000,- (belum termasuk ongkos kirim)
- Bahan Catton Combet s30
- Sablon Rubber matsyui
- Pengerjaan setelah 12pcs terpenuhi,
- Max pembayaran 24 Desember 2014
- Pembayaran full via transfer bank

Ukuran Kaos : 
S : P=68 l=46
M : P=70 l=48
L : P=72 l=50
XL: P=74 l=52
pilih ukuran dengan benar


Pemesanan bisa :
SMS : 0856 0000 2551
WA : 0856 000 2551
PIN BBM : 7DBE87A8

Terima kasih buat kalian yang selalu mendukung kami agar terus mempromosikan band atau informasi kalian seputar musik Jamaika.
-
smoke to join band
MJrasta.com - Rokok merupakan barang yang sudah tidak asing untuk anak muda Indonesia, sudah menjadi teman kebersaamaan di saat sedang nongkrong atau di setiap acara acara santei. Dan salah satu band ini sebuah asap dari Rokok bisa membuat kan nama band ini terlihat lebih menarik.

Smoke To Join, band yang sudah lalu lalang di Jakarta dan sekitarnya. Terbentuk pada 24 Oktober 2011 mereka mulai eksis di panggung hiburan Indonesia untuk menyuarakan musik reggae. Smoke To join ini berasal dari belahan timur kota Jakarta yang padat merayap. Mereka terbantuk berawal dari iseng-iseng menjadi sebuah band yang di kenal di Jakarta, dari anak ingusan masa sekolah dan semakin dewasa berkomitmen untuk serius di bidang musik ini (Reggae).

Mereka menamakan Smoke To Join tidak hanya asal saja, mereka juga memeiliki filosifi untuk nama mereka, dari kata SMOKE itu adalah asap/rokok yang menyala dan sedangkan JOIN adalah arti dari kebersamaan, di sinilah kata SMOKE TO JOIN lebih menyala, dengan nama SMoke to join ini mereka memiliki tekat yang menyala/membara dengan kebersamaan.

Smoke to Join di nahkodai oleh 6 orang muda yang hebat, Aldi di vocal, Rizki di lead guitar, Reza di Ryitem, Fajar di Bass, Ari di Drum dan Reynaldi di Keyboardis, dengan mereka ber6 ini ini bermaksud untuk terus mengelarkan karya sebaik mungkin dan memberikan nuansa baru di musik reggae agar lebih dekat dan di kenal untuk masyarakat khususnya indonesia.

MJrasta.com - Sempat ngombrol-ngobrol via Facebook yang katanya akan rilis album terbarunya ternyata bernar sekali, Dulu sempat bilang Bakalan rilis di akhir novermber atau awal desember ucapnya, di sela sela santai bermain facebook, ini beritanya di sini.

Dan akhirnya Erwin Saz memutuskan untuk besok, 16 Desember 2014 akan melakukan launcing album terbarunya, Ini merupakan album terbarunya sejak Dari mini album pertama itu dia melahirkan hits "Sumitro Rojali." Setelah rilis pada 2011, dia tak mencetak album lagi. Padahal, saat itu dia digandeng perusahaan major label.

Dalam kontrak yang di sepakatai, Kontraknya (dengan major label itu) untuk tiga album. Tapi, di tengah jalan, Erwin Saz memutuskan untuk keluar dari major label. Karena dia menaggap dengan memiliki label tapi tak mengeluarkan karya sama saja tidak berkarya, maka dari itu Erwin Saz Balik keasalnya, Bandung.

Dalam penggarapan album terbaru ini, Erwin Saz memang mengerjakan sendiri, sempat melihat beberapa karya sedang di proses mixing atau sejenisnya agar karyanya lebih mantap untuk di dengarkan.

Di kutip dari Iniliahkoran.com, Rencananya, album terbaru ini diberi judul "Uyee is Back." Itu menunjukkan dan ingin membuktikan kepada dunia, dia masih berkarya dan kembali. Dalam album yang dirilis sebanyak 500 keping CD ini berisi 10 lagu.

“Ada sepuluh lagu, yaitu Cantik, Cuma Teman Biasa, Mana Kopinya, Come Along, Love Me Do, Way Out, Biarkanlah, Kamoe, Bayanganmu, dan di Pantai," jelas Erwin sembari membaca catatan di dalam ponselnya.

Hampir seluruh lagunya tergolong lagu riang. Itu diakuinya sengaja dilakukan agar menyebarkan energi positif kepada fansnya yang kerap disebut Sazmania.
-
 
Lee Scratch Perry The King of Dub Reggae
Lee Scratch Perry The King of Dub Reggae

MJrasta.com - Kata “Dub” hari ini digunakan untuk mendeskripsikan genre music yang berisikan campuran dan pembaharauan dari rekaman-rekaman yang sudah ada. Penyampuran ini memanipulasi secara radikal dan membentuk ulang rekaman tesebut (menggunakan efek-efek suara). Produksi dan prosesnya tidak hanya dilakukan untuk membuat replika dari pertunjukkan music dari artis2 rekaman tersebut, tetapi efek audio dan trik studio dapat dilihat sebagai bagian integral dari music itu sendiri.

Akar dari ‘Dub” dapat dikilas balik dari Negara Jamaika di akhir 1960-an, dimana Osbourne Ruddock dikenal secara luas sebagai pelopornya. Ruddock merubah meja mixing menjadi sebuah alat music, dengan DJ atau mixer yang memainkan musiknya. Contoh music ‘Dub’ dimasa-masa awalnya dapat didengar pada intro-intro musik dansa atau genre music pop.

Musik Jamaika selalu meminjam banyak aspek daru music Amerika yang popular dan mengadaptasinya untuk member variasi yang unik untuk music Jamaika. Dalam tahun 40-an, music ‘Big Band’ sangatlah popular di jamaika, yang menjadikan banyaknya band swing mengadakan tur keliling negara tersebut untuk tampil di gedung2 pertemuan local, tapi pada tahun 50-an, band-band ini mulai terpecah-pecah menjadi lebih dinamik, optimis, bop, ritme dan band blues.

Orang-orang Jamaika yang berkeliling Amerika untuk mencari pekerjaan terekspos pada jenis music ini, yang cocok dengan optimisme selesainya perang di Amerika. Tidak hanya music itu ditampilkan secara ‘live’ tapi juga diputar dengan sound sistem, dan tren ini juga segera menjadi tren baru di Jamaika. Operator-operator sound sistem mulai bermunculan di area lorong2 ibukota Jamaika, Kingston, dan mengadakan acara dansa secara besar2an di area terbuka yang mereka sebut ‘lahan bercocok tanam kosong’.

Operator-operator ini juga mengadakan perjalanan ke distrik-distrik di Jamaika untuk bersaing langsung dengan band-band besar. Sound sistem langsung mengambil alih tempat-tempat dansa, dan karena banyaknya orang yang tidak memiliki radio, itulah satu-satunya cara untuk mendengarkan music baru ‘R ‘n B’. Sound Sistem juga lebih mudah dioperasikan daripada selusin musisi dan dapat bekerja tanpa henti. Ditengah-tengah 1950-an, Duke Reid dan Clement ‘Coxcone’ Dodd telah menjadi operator sound sistem yang terkenal di Jamaica.

Pada tahun 1954, Ken Khouri memulai ‘Federal Records’, perusahaan rekaman pertama di Jamaika yang dan mendapatkan ijin untuk memperbanyak album2 rekaman dari Amerika, juga artis2 lokal. Mengikuti kesuksesannya, Duke Reid dan Clement Dudd juga membuat sesi2 rekaman mereka, merekam artis-artis Jamaika dengan sound sistemnya sendiri dengan harapan dapat memasuki kancah kompetisi bisnis.

Duke Reid merekam Derrick Morgan dan Erick Morris untuk permainan sound sistem, yang bermain di ‘S-Corner” di Jalan ‘Spanish Town”, bahkan menamai rekaman pertamanya “S-Corner Rock” ketika dimainkan dengan sound sistem sebagai rekaman eksklusif. Clement Dodd juga membuat sesi rekaman pertamanya tahun ini, merekam lebih dari selusik trek lagu dengan artis-artis seperti Alton Ellis dan Eddie Perkins, Theophilius Beckford, Beresford Ricketts dan Lascelles Perkins.

Kawula muda Jamaika telah berpindah ke kota-kota besar untuk mencari kerja pada awal tahun 60-an. Mereka tidak menemukan pekerjaan, dan kegemaran akan area-area pinggiran telah berkurang. Anak-anak muda ini atau yang disebut ‘Rude Boys’, mulai membentuk kelompok2 politik dari area2 pinggiran yang berbeda di seluruh kota Kingston.

‘Rude Boys’ terhubung dengan apa yang disebut ‘Dunia Bawah Tanah’, lapisan masyarakat yang hidup diluar kuasa hukum, dan yang selalu membuat acara2 untuk music Jamaika. Hubungan ‘Rude Boys’ dengan lantai2 dansa, juga cara mereka menari (lebih lambat dan mengancam) merubah gaya musik hingga akhirnya dimainkan lebih cepat (Musik Ska),dan lebih lambat (Rock Steady). Saat banyak produser mengklaim bahwa mereka lah yang telah menciptakan ‘Rock Steady, yang sebenarnya adalah pada saat itu, mengkapitalisasi, merekam, dan merilis beberapa variasi dengan gayanya.

Fase ‘Rock Steady’ menjadi tren selama sedikitnya satu tahun, dan meskipun Duke Reid dan Coxone Dudd telah mendominasi music Jamaika selama lebih dari sepuluh tahun, tiga produser lain, Lee ‘Scratch’ Perry, Bunny Lee dan Osbourne Ruddock (ketiganya telah bekerja untuk Ried dan Dodds) punya pengaruh kuat dalam alur music Jamaika pada tahun 70-an dan sesudahnya.

Sumber : indoreggae.com